Ada sebahagian kalangan menganggap bahwa pola pikir pendidikan dayah hanyalah sebuah lembaga pendidikam yang hanya mem...
Ada sebahagian kalangan menganggap bahwa pola pikir pendidikan dayah hanyalah
sebuah lembaga pendidikam yang hanya
mementingkan pendidikan ukhrawi(bersifat ukhrawi) namun tiada mementingkan
pendidikan duniawi(bersifat duniawi).
Dengan
catatan yang kuat perlu kita ketahui bahwa pola pemikiran pendidikan dayah
tiada hanya terfokus hanya kepada pendidikan ukhrawi semata. Namun, di dalamnya
terkandung pula pembahasan tentang ilmu muamalah yaitu ilmu tentang kehidupan
kita sehari-hari yakni seperti adab sesama manusia, tentang jual
beli(perdagangan) dan sebagainya.
Nah..!
mungkin menjadi pertayaan kepada kita. Lantas mengapa pendidikan dayah atau
pola pikir pendidikan dayah itu bersifat ukhrawi. Padahal lampiran di atas dengan
benar mengatakan bahwa pola pikir dayah (pendidikan dayah) bukan terfokus
kepada ukhrawi semata melainkan juga terkandung yaitu bagaimana tata cara kita
untuk menjalani kehidupan di dunia. Maka jawabannya adalah karena memiliki 5
aspek yang sangat berpengaruh, yaitu :
1.
Orang memimpin sebuah
lembaga pendidikan dayah biasanya berasal dari kalangan orang-orang yang
mengerti ilmu agama atau biasa disebut ulama dan setiap pimpinan dayah itu
dilaqabkan dengan sebutan Abu, Abuya, Abati, Abon, dan lain sebagainya.
2.
Adat kebiasaan pendidikan
dayah itu berpakaian dengan pakaian muslim atau mulimah yang biasa ataupun yang
lazim kita ketahui mulai dari peci/songkok, kain sarung, surban, dan lain
sebagainya.
3.
Seiringnya sang
guru/pengajar mengingatkan kepada santri tentang kisah-kisah yang berkaitan
dengan ilmu agama seperti keesaan tuhan, tentang para nabi, rasul , dan yang
berkaitan dengan demikian.
4.
Hidup di sebuah lingkungan
yang tertutup dan hanya bisa bergaul dengan para-para santri yang bernaung di
dayah
5.
Lembaga pendidikan dayah
hanya membesarkan hari, bulan ,tahun yang telah di ketahui di dalam agama
khususnya islam seperti hari senin, identik dengan kelahiran nabi Muhammad saw,
hari Juma’at yaitu di sebut dengan hari “Sayyidul Ayyam”, Bulan Muharram,
Rabiul Awal, Ra’jab, Sya’ban, Ramadhan dan lain-lain.
Jadi, perlu kita ketahui juga pola pikir pendidikan di
dayah memberikan sebuah motivasi kepada orang-orang yang bernaung di didalamnya
dan bukan hanya itu saja melainkan banyaknya si motivator didalamnya selain para
guru dan juga kerabat terdekat dan dari orang-orang yang alim(yang paham
tentang ilmu agama) dan juga ada dari kalangan di sekitar mereka yaitu
masyarakat.
Pelu kita ketahui seksama bahwa dengan kemajuannya zaman
era globalisasi bukan artian pendidikan dayah ketinggalan dengan pola pikir
pendidikan dayah yang maju. Kini banyak lembaga pendidikan dayah khususnya di
Aceh memiliki sekolah tinggi Institut Agama Islam Alziziyah atau disingkat
dengan(IAIA). Bukan hanya memiliki sekolah tinggi saja tetapi telah berhasil
melahirkan sarjana-sarjana muda dengan pengetahuan yang sempurna yaitu memiliki
pengetahuan tentang agama, meimiliki penambahan pengetahuan tentang duniawi
pula.